~Draw My Life~ but i hope this post could motivate your life too

Tidak terasa sekarang umurku sudah hampir menginjak rentang dewasa awal. Sudah waktunya bagiku untuk menghilangkan semua sifat kekanakan ku dan memulai hidup menjadi lebih dewasa. Sembilan belas tahun sepuluh bulan adalah lama perjalanan ku untuk mencapai titik ini. Ini bukan awal dan bukan akhir. It seems you are interested about my life. So, lets start it!

Aku berasal dari keluarga sederhana, meskipun kami tinggal di pinggiran kota. Bisa dibilang aku adalah sosok yang ditunggu-tunggu bagi sebagian orang, terutama keluarga ku. Sebab aku adalah yang pertama. Ya, anak pertama bagi ayah dan ibu ku juga cucu pertama bagi kakek dan nenek ku. Semua hal yang kulakukan selalu membuat mereka tertawa dan memujiku. Namun, hal tersebut tidak membuat mereka memanjakanku. Mereka mendidik ku untuk menjadi pribadi yang berguna bagi orang disekitarnya. Mereka juga mendidik ku agar aku bisa menjadi lebih baik dari mereka. Entah apa maksudnya, pada saat itu aku tidak mengerti.

Terkadang aku merasa aku belum melakukan hal yang terbaik, tetapi mereka selalu membanggakanku. "Udah bagus segitu juga," they said. Aku memang berprestasi di bidang akademik sejak di bangku sekolah dasar. Teman-temanku sudah tidak heran jika namaku diumumkan sebagai peringkat pertama. Saat sekolah menengah pertama peringkatku mulai menurun-kurasa teman-temanku sangat kompetitif disana-, tapi bukan amarah yang ku terima, sejuta nasihat yang ku terima. Keluargaku memang terlalu baik. Kurasa saat itu saat-saat dimana aku sedang mencari jati diriku, aku terlalu fokus aktualisasi diri dan mengabaikan akademik ku. Sampai saatnya aku masuk sekolah menengah atas, aku menemukan teman-teman yang sangat cocok denganku yang bisa membimbingku menjadi siswa yang berprestasi 'kembali'. Mereka juga selalu mengingatkanku untuk selalu taat pada Allah swt.

Masa SMA adalah masa-masa yang tidak terlupakan bukan? Masa yang 'Kalau manis, manis banget. Kalau pahit, pahit banget.'. Mungkin ini titik terpahit selama 19 tahun ke belakang. Pesimis, putus asa, iri, campur aduk. Namun dibalik perasaan ku yang campur aduk itu, aku masih berusaha. Berusaha untuk masuk perguruan tinggi yang aku inginkan. "Mau panas, mau hujan, sampai jatuh dari motor pun dia tetep pergi bimbel" itu perkataan mama ku pada semua orang jika sedang membicarakan perjuanganku. Ya, aku memang nakal hehe, mengendarai motor padahal belum punya SIM. Habis tempat les nya jauh dari rumah, biar cepat jadinya aku naik motor saja. Semua itu ga sia-sia, les sampai malam hujan-hujanan itu ga sia-sia, guys. Walaupun aku sempat iri pada teman-teman yang masuk universitas karena nilai rapot mereka, akhirnya aku bisa lolos lewat tes tulis. Awalnya aku pesimis karena aku hanya mengisi sedikit sekali soal tes nya-pada saat itu masih sistem minus jika jawaban salah. Selama menunggu hasil tes tulis, aku juga mendaftar tes tulis di salah satu institusi kesehatan yang dinaungi negara. Selama menunggu pengumuman kepala ku sering cenat-cenut, aku pikir aku terkena penyakit serius atau semacamnya. Bodoh memang. Sampai saat nya hari pengumuman tiba, pengumuman nya hanya berselang satu hari. Pengumuman di institusi kesehatan lebih diumumkan satu hari sebelum pengumuman tes tulis masuk perguruan tinggi. Ternyata aku diterima di jurusan Farmasi. Namun, mama bilang jangan dulu daftar ulang. Aku menurut dan menunggu hingga esoknya. Aku sudah berpikir bahwa aku tidak akan lolos. Membuka website pengumuman ternyata tidak semudah itu. Servernya selalu error karena terlalu banyak yang mengakses. Akhirnya ada salah satu temanku yang menawarkan untuk membuka nya, ku beri saja nama pengguna dan kata sandi ku. Masa bodoh, aku sudah tahu aku tidak akan lolos. Namun dugaan ku salah, temanku mengirimkan tangkapan layar yang ada di ponselnya. AKU LOLOS. Kotaknya berwarna hijau.

Dan disini lah aku sekarang. Di salah satu universitas ternama di Jawa Barat di bidang kesehatan. Aku tidak akan tahu Beasiswa Bazma Pertamina jika tidak berada disini. Aku sangat bersyukur dan sangat berterima kasih pada Allah swt., kedua orang tua ku, seluruh anggota keluargaku dan negeri tercinta dimana aku dilahirkan. Untuk sekarang, aku memang belum menjadi warga negara yang baik. Aku belum bisa membela negara ku. Aku harap setelah lulus nanti aku bisa berguna bagi orang di sekitarku. Sekarang aku sedang berlatih untuk bisa mengabdi pada masyarakat dengan melakukan cek kesehatan pada keluargaku. Dari dulu aku selalu ingin jadi relawan disaat ada yang membutuhkan bantuanku. Mungkin di masa depan, setidaknya aku akan menjadi Pegawai Negeri Sipil , agar bisa membela negara ku.

Aku harap para pembaca selalu semangat untuk menggapai cita-cita kalian, tidak ada yang tidak mungkin jika kalian selalu berdoa dan berusaha. See you on my next article, bye!

Komentar